Pangulu: Saya Tidak Tahu Ada Kegiatan Tersebut
PortalNewsSumut_Simalungun
Lili merupakan salah satu Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan )Kementrian Dinas Sosial dinagori Pematang Kerasaan kini menjadi sorotan dan buah bibir masyarakat sekitar.
Pasalnya kinerja beliau dianggap sudah terlalu maju dan terlalu mengintervensi masyarakat sekitar dengan membawa surat yang berisikan pengunduran diri yang dibagikan kepada warga tanpa diketahui oleh perangkat desa dan Pangulu di Nagori Pematang Kerasaan.
Salah satu warga bermarga Purba kepada awak media Mengatakan .” Beberapa hari yang lalu lae kami dikumpulkan ,adapun yang hadir adalah warga yang berasal dari Huta 2,3,4,dan 5 yang mendapatkan bantuan PKH dari dinas sosial dan Huta 1 tidak ada dihadirkan.
Lanjut Bapak Purba.” Disana kami yang hadir disuruh untuk mengundurkan diri untuk mundur dari program bantuan PKH dari dinsos sambil memberikan selembar kertas untuk diisi pernyataan dan bermaterai.
Yang paling lucunya lae,hanya 4 Huta saja yang dikumpulkan,sedangkan Huta 1 tidak ada dikumpulkan disana,kami menganggap Seakan tidak adil acara yang dibuat kan oleh si lili ini, apalagi diduga sudah mengintimidasi kami supaya mundur untuk mendapatkan bantuan dari program PKH dengan membuat surat pernyataan dan bahkan tanpa dihadiri oleh perangkat desa dan pangulu saat kegiatan tersebut,serta tidak ada sosialisasi jauh sebelumnya kepada kami.”kata bapak yang bermarga purba sambil kecewa atas kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media kepada pangulu Nagori pematang Kerasaan bapak Warsito pada hari Senin tgl.24/11/2025 dikantornya terkait kegiatan yang telah dilakukan oleh pendamping PKH ibu Lili tersebut dengan mengumpulkan warga Huta 2,3,4,dan 5,alhasil bapak pangulu tidak mengetahui kegiatan tersebut dan bahkan kami tidak ada dikasih informasi bang jauh sebelumnya begitu juga gamot saya juga tidak ada dikasih kabar.
Lanjut pangulu.” Kami juga bang kecewanya atas kinerja pendamping PKH ini ,yang mana setiap mereka melakukan kegiatan …kami tidak pernah dilibatkan dan dikasih informasi,padahal ini kan semuanya warga saya..(dengan merasa kecewa/kesal ).
Tambah lagi bang,kami juga pernah undang mereka tidak pernah mau hadir dikantor pangulu terkait masalah seputaran bantuan PKH dinagori ini,padahal seharusnya kita pemerintah desa harus berkoordinasi bersama dan bukan seperti ini sesuka hatinya memanggil warga tanpa diketahui oleh perangkat desa dan pangulu.” Ungkap Kepala desa Nagori Pematang Kerasaan Bapak Warsito sambil kecewa.
Atas kejadian ini,warga Nagori pematang Kerasaan meminta kepada kementrian dinas sosial baik pemkab.simalungun,prov.sumut dan pusat untuk mencopot dan mengevaluasi kinerjanya sebagai pendamping PKH Di Nagori Pematang Kerasaan ini.
Yang mana tanpa sosialisasi,tanpa informasi kepada perangkat desa dan pangulu, ketua Maujana,para tokoh masyarakat dll sudah sangat berani mengumpulkan warganya dan bahkan diduga sudah intimidasi kami para warga yang mendapatkan bantuan PKH untuk mengundurkan diri dengan memberikan surat pengunduran diri yang harus diisi.
Mewakili masyarakat sekitar bapak M.Nainggolan pun bertemu langsung dengan pendamping PKH ibu Lili yang juga didampingi Ibu Ade dan teman2nya 3 orang dikantor pangulu pada hari Selasa tgl.25/11/2025.
Lewat pembicaraan yang dirangkum kepada bapak M.Nainggolan dan petugas pendamping PKH ibu Lili mengatakan.” Memang tidak ada kami mengundang pangulu dan perangkat desa,adapun Huta yang hadir kenapa cuma Huta 2,3,4,dan 5 yang dihadirkan itu karena supaya dekat akses mereka dan untuk Huta 1 menyusul.”kata pendamping PKH ibu Lili.
Ibu lili selaku pendamping PKH juga meminta maaf atas kejadian ini,yang mana tidak mengundang atau memberikan informasi kepada perangkat desa dan pangulu Nagori pematang Kerasaan.
Bapak M.Nainggolan dalam hal ini juga meminta kepada kepala dinas sosial pemkab Simalungun dan kementrian dinas sosial pusat untuk mengevaluasi kinerja pendamping desa ibu lili serta juga memberikan sanksi tegas atas dugaan kelalaian cara kinerja yang dilakukannya,yang mana 1.beliau mengumpulkan warga di Nagori pematang Kerasaan tanpa adanya pemberitahuan ataupun diketahui oleh pangulu dan perangkat desa. 2.mengumpulkan warga Nagori pematang Kerasaan dengan cara seakan membuat kelompok-kelompok tertentu dengan cara Huta 2,3,4 dan 5 berbeda tempat dibuat dengan Huta 1 yang mana si Lili ini merupakan warga Huta 1 Nagori pematang Kerasaan juga(ada apa dan apa tujuan motivasinya..??).3.Tidak transparan dalam melakukan pekerjaannya selaku pendamping desa dinagori pematang Kerasaan. 4.Diduga seakan mendahului pimpinan tertinggi dinagori ini dalam mengambil keputusan. 5.Kami meminta kepada pemerintah Ibu Lili Selaku pendamping desa dinagori pematang Kerasaan untuk dicopot dari jabatannya.
Dalam dekat ini saya dan masyarakat sekitar akan membuat pengaduan dan surat terbuka kepada kementrian dinas sosial pusat dan dinsos pemkab Simalungun untuk memberikan sanksi tegas atas apa yang dilakukan oleh pendamping desa PKH ibu lili ini ,karena diduga sudah membuat keresahan kepada kami warga sekitar serta diduga tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.” Kata Bapak M.Nainggolan.(Tim/Red)
